Kita Wajib Peduli, Karena Kepedulian Adalah Sebuah Solusi

Peduli adalah Solusi

Peduli, kata yang sudah cukup akrab di telinga setiap manusia yang hidup di lingkungan Tanah Air Indonesia ini. Namun pada kenyataannya, keakraban telinga seorang manusia terhadap sebuah kata-kata belum cukup mampu untuk membuka hati mereka supaya mewujudkannya ke dalam sebuah perbuatan. Inilah fenomena yang masih marak terjadi pada masyarakat kita, di mana kepedulian memang belum benar benar menjadi sebuah perbuatan yang nyata.

Coba kita renungi sebuah cerita yang beberapa waktu lalu sempat menjadi perbincangan populer di kalangan netizen. Cerita tentang seorang kakek yang masih harus bekerja hingga usia senjanya sebagai seorang pedagang amplop keliling dari satu tempat ke tempat yang lain. Bukan sebuah pekerjaan yang lazim memang, namun hal tersebut tetaplah merupakan sebuah cara untuk mencari nafkah yang halal, dan tidak ada yang salah dengan pekerjaan sang kakek.

Tolonglah Orang-Orang yang Pantang Menyerah

Poin pentingnya adalah, di mana kepedulian orang-orang yang hidup di sekitar kakek tersebut? Bukankah seorang kakek yang sudah berusia lanjut seharusnya tidak lagi menanggung sebuah pekerjaan? Apalagi pekerjaan yang dilakukan sang kakek tersebut bisa dikatakan cukup berat, karena harus melakukan aktivitas yang sangat dinamis, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

Jika kemudian kita berpikir bahwa sang kakek memang menghendaki sendiri untuk melakukan pekerjaan tersebut lantaran ia tak ingin menjadi seorang pengangguran di usia senjanya, bukan karena sebuah tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, tetaplah bukan suatu hal yang terpuji jika kita sempat berjumpa dengannya tanpa melakukan sesuatu hal yang menunjukkan kepedulian kita.

Kita wajib peduli, membantu sesama. Walaupun hanya selembar amplop—yang bahkan mungkin bukan sesuatu barang yang anda butuhkan—namun, setidaknya jika anda membelinya, anda telah menunjukkan kepedulian anda pada sang kakek. Paling tidak, anda telah membantunya untuk bisa pulang sedikit lebih cepat sebab telah ada barang dagangannya yang terjual.

Di sisi lain, cerita tentang sang kakek yang ramai diperbincangkan oleh para netizen tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi sang kakek yang memang memprihatinkan, ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bukan hanya untuk mengisi waktu kosong di usia senja seperti yang telah anda pikirkan sebelumnya. Hal ini jelas menunjukkan sebuah fakta bahwa sang kakek tersebut telah memenuhi syarat untuk mendapatkan kepedulian dari orang-orang di sekitarnya.

Apalagi sang kakek adalah seseorang yang tidak mudah untuk berputus asa. Ia tetap berusaha mengais rezeki secara halal tanpa harus merepotkan orang lain. Namun, bagaimana pun juga, sebagai seorang manusia kita harus saling tolong menolong, apalagi antara sesama muslim. Sebab itu semua adalah sebuah kewajiban yang telah diterangkan di dalam Al Quran dan Hadits.