Larangan Islam di Prancis Pada 2027 Dikecam

Larangan Islam di Prancis Pada 2027 Dikecam

BeritaMuslim.com –  Kabar mengejutkan sekaligus memprihatinkan bagi umat muslim datang dari salah satu negara di wilayah Benua Eropa, yaitu Prancis. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu salah seorang walikota di sebuah kota kecil di selatan Prancis yang bernama Kota Venelles menyebutkan bahwa islam akan dilarang untuk tumbuh di Prancis mulai tanggal 18 Oktober 2027 kelak. Pernyataan tersebut didasarkan pada kicauan sang walikota di akun media sosial twitter miliknya.

Dialah Robert Chardon, walikota dari Partai UMP yang telah menyusun rencana pelarangan terhadap islam tersebut. Namun, tampaknya kicauan yang telah ia buat di akun media sosial telah membawanya ke dalam sebuah permasalahan yang teramat pelik. Ia telah diskors oleh partainya akibat dari tindakannya yang merugikan masyarakat.

Bahkan, seorang mantan presiden yang berasal dari partai yang sama dengan Chardon, Nicholas Sarkozy memutuskan untuk menjauhkan diri dari Chardon . Hal tersebut disebabkan oleh kemungkinan bahwa Sarkozy hendak kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2017 mendatang.

Ulah yang dilakukan Chardon tersebut memang dapat merusak citra partai, apalagi saat ini banyak sekali pekerjaan yang membutuhkan simpati dari masyarakat luas, sehingga apa yang telah dilakukan oleh Chardon tersebut dapat mengurangi rasa simpati masyarakat terhadap partai UMP, terutama umat islam yang berada di negara Prancis.

Perkembangan Islam yang Signifikan

Walaupun jumlah umat islam di Prancis sangat sedikit, namun seiring perkembangan waktu jumlah tersebut semakin lama semakin meningkat. Seperti yang telah diketahui bahwa pada tahun 2000-an yang lalu jumlah umat muslim di Prancis diperkirakan hanya sekitar 4,1 juta jiwa yang berasal dari kelahiran dalam keluarga islam, dan sekitar 400 ribu jiwa yang berasal dari perpindahan agama.

Lalu pada tahun 2009, selang 9 tahun kemudian jumlah umat muslim di Prancis diperkirakan telah mencapai sekitar 7 juta jiwa. Hal inilah yang membuat masyarakat Eropa semakin takut dengan keberadaan Islam yang semakin hari semakin berkembang pesat. Namun demikian, bukan berarti seorang pemimpin boleh membuat aturan sendiri untuk menghentikan perkembangan suatu agama di suatu tempat.