Perceraian Dalam Islam; Tak Dilarang, Namun Sangat Tak Dianjurkan

Perceraian dalam Islam

BeritaMuslim.com –  Zaman telah berubah, saat ini kehidupan manusia memang beragam. Banyak di antara para manusia yang merasa kesulitan untuk mendapatkan jodoh, namun tidak kalah banyaknya orang orang yang telah memiliki pasangan hidup, dalam arti telah menempuh kehidupan rumah tangga bersama suami atau istri, namun pada akhirnya mereka malah memutuskan untuk mengakhirinya dengan perceraian.

Hal semacam ini terutama sangat menjangkiti kehidupan para selebritis di tanah air maupun di mancanegara. Memang kehidupan para selebritis kerap diwarnai dengan fenomena kawin cerai dengan berbagai persoalan yang beragam. Mulai dari persoalan yang benar benar rumit yang pada akhirnya membuat pernikahan yang telah terjalin selama puluhan tahun harus bubar di tengah jalan.

Namun, ada juga yang hanya karena masalah yang sepele saja membuat hubungan rumah tangga mereka menjadi kacau dan berakhir pada perceraian, padahal banyak di antara pernikahan mereka yang masih berusia seumur jagung. Sungguh hal yang sangat disayangkan, dan sangat disesalkan. Sucinya pernikahan harus diakhiri dengan cara cara yang sangat dibenci oleh Allah.

Dalam Islam sendiri, perceraian bukanlah sesuatu yang dianjurkan, sekalipun hal tersebut merupakan salah satu hal yang diperbolehkan, namun memang jika bisa sebaiknya dihindari. Allah sangat membenci sebuah perceraian, walaupun Dia tidak melarang hal tersebut. Sepasang suami istri memang seharusnya mampu menjaga keharmonisan rumah tangga mereka.

Dalam kehidupan rumah tangga, memang cobaan selalu datang seperti air yang mengalir. Mulai dari cobaan yang membuat hubungan suami istri menjadi semakin baik, hingga cobaan yang membuat pasangan menjadi saling mementingkan egonya masing masing, dan sulit untuk dikontrol, dan pada akhirnya akan terjadi suatu perseteruan.

Maka dari itu, seyogiyanya seseorang yang telah berani mengucapkan ijab qobul, maka hendaknya ia juga berani untuk menanggung segala konsekuensi dari hal yang telah ia pilih tersebut. Berarti ia harus siap dengan segala pahit manisnya kehidupan rumah tangga, dan tidak mudah untuk mengucapkan kata cerai, sebab kata tersebut sangat rentan menjadi sebuah talak yang mana berarti telah mengakhiri hubungan. Cerai memang tidak dilarang, namun sangat ditekankan untuk dapat dihindari.