Keutamaan Syawal dan Filosofi Ulat

Beritamuslim.com – Baru saja umat muslim di seluruh dunia menjalani ibadah di bulan Ramadan. Mulai dari ibadah puasa ramadan yang merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim. Selain itu, juga barbagai kegiatan ibadah sunah lainnya yang hanya ada di bulan ramadan, seperti salat tarawih, taddarus Al Qur’an, dan sebagainya.

Lalu bulan ramadan ditutup dengan hari raya idul fitri yang berlangsung sebagai pembuka bulan syawal. Pada hari raya idul fitri, tentu semua umat muslim telah memahami keutamannya, bahwa di hari tersebut manusia akan saling memaafkan untuk kembali kepada fitrah, mejadi manusia yang kembali suci. Hari raya idul fitri merupakan hari untuk meleburkan dosa antar sesama umat manusia yang beriman.

Syawal Adalah Bulan Peningkatan

Kemudian, hari hari setelah hari raya idul fitri, selama satu bulan berikutnya merupakan hari hari syawal. Syawal merupakan bulan yang tidak kalah istimewa dengan bulan ramadan. Bahkan, bulan syawal seharusnya menjadi bulan peningkatan, yaitu peningkatan untuk segala amal ibadah bagi umat manusia.

Sudah menjadi kebiasaan umat muslim saat bulan ramadan telah tiba, maka umat akan meningkatkan segala amal ibadah mereka. Rajin ke masjid, rajin mengaji, dan rajin melakukan amalan amalan yang lain. Ini merupakan sesuatu yang sangat positif, sangat baik untuk perkembangan umat muslim. Namun ironinya adalah, kelak saat bulan ramadan telah berakhir, banyak dari umat muslim yang seolah olah hanya terjebak “latah” ibadah saat bulan ramadan, sehingga setelah ramadan telah lewat maka amal ibadah juga akan berangsur angsur menurun.

Padahal, sebenarnya bulan setelah ramadan, yaitu bulan syawal adalah bulan yang sangat baik untuk melakukan segala peningkatan amal ibadah. Bulan ini seharusnya menjadi pembuktian atas peningkatan amal ibadah selama bulan ramadan, bukan malah sebaliknya.

Filosofi ulat menunjukkan bahwa ulat yang telah berpuasa selama beberapa hari sebagai kepompong, setelah waktu berpuasanya telah habis, maka ia akan terlahir kembali sebagai sosok yang lebih indah daripada sebelumnya, yaitu kupu kupu. Umat muslim harus merenungkan filosofi ini baik baik untuk mendapatkan berkah keutamaan bulan syawal.