Juwairiyyah Binti Al Harits, Wanita Cantik yang Sangat Beriman

Juwairiyyah Binti Al Harits

 

BeritaMuslim.com – Juwairiyyah Binti Al-Harits radhiallahu anha, merupakan salah satu istri dari Rasulullah SAW yang memiliki paras yang amat cantik. Awalnya ia merupakan salah seorang tawanan ketika kaum muslimin mengalahkan Bani Mushthaliq pada saat perang Muraisi’. Kemudian sebagai tawanan perang Juwairiyyah diundi untuk dibagikan kepada orang orang yang menawannya. Saat itu, orang yang mendapatkan hasil undian atas juwairiyyah adalah Tsabit Bin Qais Bin Syamas, atau anak dari paman Juwairiyyah itu sendiri.

Namun, sebelum Tsabit benar benar memiliki secantik cantiknya wanita maka Juwairiyyah telah menulis surat kepadanya bahwa ia akan menebus dirinya sendiri. Dari situ, Juwairiyyah mendatangi Rasulullah SAW dan memohon untuk menolongnya dengan menebus dirinya yang saat itu berstatus sebagai rampasan perang milik Tsabit.

Melihat semua itu, Rasulullah merasa iba. Dan akhirnya ia bersedia untuk menebus Juwairiyyah bahkan memberikan sesuatu yang jauh lebih berharga dari pada itu semua. Rasulullah mengatakan, “Maukah engkau mendapatkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada itu?”—“itu” yang dimaksud adalah tebusan Juwairiyyah atas penawannya.

Dibebaskan dan Dinikahi Rasulullah

Mendengar pertanyaan tersebut, kemudian Juwairiyyah menjawab dengan sangat sopan. “Apakah itu ya Rasulullah?” Lalu Rasulullah melanjutkan percakapannya, “Aku tebus dirimu, kemudian aku nikahi dirimu.” Mendengar kalimat tersebut, Juwairiyyah menjadi tampak sangat bahagia, bahka ia hampir lupa dengan segala permasalahan yang menimpa atas dirinya sebagai seorang tawanan perang saking gembiranya.

Setelah Juwairiyyah menyatakan kesediaannya, maka Rasulullah bersabda, “Aku telah melakukannya.” Sejak saat itulah tersebar berita kepada seluruh umat bahwa Rasulullah SAW telah menikahi Juwairiyyah Binti Al-Harits Bin Abi Dhirar. Dengan adanya berita tersebut maka Juwairiyyah telah benar benar resmi terlepas sebagai seorang tawanan perang. Bahkan atas dasar pernikahan tersebut, maka seratus keluarga dari Bani Mushthaliq dibebaskan dari tawanan perang.

Memilih Allah dan Rasul-Nya

Juwairiyyah adalah seorang wanita yang memiliki imat yang amat luar biasa kuat. Ia pernah mengalami suatu keadaan di mana ia harus memilih antara Rasulullah atau ayah kandungnya, saat itu sang ayah mendatangi Rasulullah dan berkata, “Sesungguhnya anakku tidak berhak ditawan kerena terlalu mulia dari hal itu.” Rasulullah pun menjawab, “bagaimana pendapatmu jika anakmu disuruh untuk memilih di antara kita, apakah anda setuju?” Dari situ, kemudian Rasulullah diminta untuk memilih antara Rasulullah atau ayahnya, dan Juwairiyyah pun menjawab, “Aku memilih Allah dan Rasul-Nya.” Sejak saat itulah sang ayah bersama dengan kedua putra dan beberapa orang dari kaumnya masuk islam. Sungguh Juwairiyyah adalah orang yang sangat beriman.