Setelah Rugi Besar, Pemimpin Senior ISIS Kabur

Pasukan ISIS

 

BeritaMuslim.com – Sebagaimana yang telah diberitakan sebelum sebelumnya bahwa wilayah barat dan utara Irak merupakan wilayah wilayah yang telah menjadi ajang kekerasan sejak ISIS melakukan penyerbuan wilayah negara Irak pada sekitaran bulan Juni 2014 yang lalu.

Setelah munculnya kabar terjadinya “perkembangan signifikan” pada sebuah operasi militer yang dilakukan oleh pasukan Irak di kawasan Provinsi Anbar, Irak Barat, tersiar pula kabar bahwa puluhan pemimpin senior Islamic State of Irak and Suriah (ISIS) atau Negara Islam Irak dan Suriah yang semula menguasai daerah tersebut kabur ke beberapa wilayah di Irak Utara dan Suriah, tepatnya yaitu ke sebuah provinsi yang bernama Nineveh, Irak Utara.

Kabar tersebut tersiar sebagaimana yang diberitakan oleh laman LiputanIslam.com yang dikutip dari sebuah situs berita Iraqi News. “Kerugian besar yang dialami oleh ISIS, baik jiwa maupun materi, juga telah memaksa para pemimpin senior Arab dan asing ISIS kabur menuju Nineveh di Irak bagian utara serta Raqqah di bagian timur laut Suriah,” ungkap Mayjen Nauman Abdul Zoubi, Komandan Divisi 7 Angkatan Bersenjata Irak pada Minggu (9/8).

Di sisi lain, seorang komandan Pasukan Kepolisian Federal Irak juga mengatakan bahwa pasukan keamanan Irak telah membunuh enam militan ISIS, dimana dari keenam korban tersebut tiga diantaranya merupakan sniper yang bertugas di Husaybah di timur Ramadi. Kemudian, komandan yang bernama Letjen Raed Shaker Jawdat tersebut menambahkan bahwa pasukan tersebut juga telah berhasil mengatasi satu bom mobil serta menghancurkan sebanyak dua kendaraan yang mengangkut roket roket Kornet pada lokasi yang sama.

Menurut Jawdat, mereka juga telah menghabisi tiga teroris ISIS yang berusaha menyusup ke salah satu area Husyaibah. Hingga pada akhirnya para pemimpin relawan Irak al-Shaabi di bagian timur Provinsi Diyala, Jabbar Maamouri, Sabtu (8/8) lalu mengatakan bahwa, “Algojo ISIS yang bernama Abdul Razzaq telah meninggal seteleh berhasil memutasi lebih dari 20 warga Saqlawiyah selama beberapa bulan sebalumnya, sehingga ia memiliki julukan sebagai “penjagal” yang terbunuh dalam operasi militer Irak di distrik Saqlawiyah, Provinsi Anbar.