Soekarno dan Kehidupan Agamanya yang “Berbeda”

Ir Soekarno

 

BeritaMuslim.com – Membicarakan kehidupan agama memang bisa dibilang cukup sensitif dan tiada habisnya. Apalagi jika membicarakan kehidupan agama seorang tokoh nasionalis yang pernah menjabat sebagai presiden pertama Republik Indonesia ini, Ir. Soekarno. Dia dikenal sebagai seorang muslim, meskipun terlahir dari seorang ibu yang merupakan penganut ajaran agama Hindu Bali. Namun, sang ayah Soekemi Sosrodihardjo yang merupakan seorang priyayi rendahan keturunan Sultan Kediri adalah seorang muslim yang menjalankan ajaran Theosofi Jawa.

Kehidupan keluarga yang memiliki perbedaan latar belakang agama tersebut tak lantas membuat Soekarno mengalami kebingungan dalam menentukan pilihan agamanya, namun hal itu justru membuatnya menjadi sosok yang lebih nasionalis lagi. Secara resmi agamanya memang Islam, namun latar belakang Kejawen, Hindu, dan Buddhisme amat kuat mendasari spiritualitas Soekarno. Hal tersebut membuatnya jauh dari sifat “ortodoksdogmatis” dalam pemikiran agamanya, dan tidak bercorak formal santri dalam keislamannya.

Menyukai Sufisme yang Bebas

Soekarno merupakan seseorang yang sangat menyukai berbagai macam bentuk sufisme yang bebas. Baginya, agama diperlukan sebagai “bahasa kasih sayang.” Sehingga hal tersebut setidaknya telah menunjukkan posisi keagamaan Soekarno sangat berbeda dengan kehidupan agama H. Agus Salim, A Hassan, dan Mohammad Natsir yang dikenal sebagai tokoh tokoh nasionalis yang memiliki pemikiran agama Islam bercorak ortodoks atau rasional dan bercorak doktriner).

Namun demikian, dalam sebuah surat yang pernah ditulis oleh Soekarno kepada A. Hassan, ia pernah menulis bahwa “tidak ada agama yang lebih rasional dan simplicity daripada Islam.” Hal tersebut menunjukkan bahwa seorang Reformis seperti Soekarno juga merupakan orang yang sangat terkesan dengan ajaran yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tersebut.

Selain hal tersebut, Soekarno juga merupakan seorang mengaku sangat terkesan dengan segala pencapaian Islam yang pernah menguasai hampir sepertiga luas dunia, atau yang pada saat itu disebut sebagai masa gemilang Islam (The Glory of Islam). Walaupun memang pada kenyataannya masa keemasan tersebut hanya berusia pendek yang pada akhirnya membawa umat Islam terjerumus ke dalam lubang kemunduran dan kekolotan. Seperti itulah sedikit gambaran kehidupan agama dari seorang tokoh yang sangat fenomenal di Indonesia Soekarno tersebut.